Perjalanan Hijrah Rasulullah ke Madinah

Seiring dengan bertambahnya pengikut Rasulullah SAW, berbagai cacian dan permusuhan pun semakin tak terhentikan. Oleh karena itu, para sahabat memutuskan meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk berhijrah.

Konspirasi membunuh Rasulullah

Mengetahui bahwa Rasulullah SAW akan berhijrah, kaum Quraisy pun menyusun rencana untuk melakukan penyerangan. Tepat pada saat itulah Allah SWT mengizinkan Rasulullah SAW untuk berhijrah melalui malaikat Jibril. Pada saat hijrah, Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA, sempat bermukim di Gua Tsur. Pada saat yang bersaman, terdapat sayembara oleh kaum Quraisy berhadiah seratus ekor unta bagi siapa saja yang menemukan Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA. Melihat begitu banyak kaum Quraisy yang mencari mereka, Abu Bakar RA khawatir dan Rasulullah pun berkata “Janganlah engkau takut, sesungguhnya Allah bersama kita”.  Namun tidak ada kaum Quraisy yang menemukannya. Bahkan di perjalanan, ketika Suraqah bin Malik bin Ju’syum akan menyerang Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA yang berada dihadapannya dengan tombak dan panah, ia tersungkur dan jatuh terpelanting berulang kali. Ia pun meminta maaf dan sebagai balasannya, ia harus merahasiakan keberadaan Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA. Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA pun melanjutkan perjalanan dengan dipandu oleh Abdullah bin Uraiqith.

Rasulullah memasuki Yastrib (Tahun 13 Kenabian/ 1 H/ 622 M)

Tempat selanjutnya yang didatangi adalah Quba’, tempat Rasulullah SAW membangun masjid untuk pertama kali, mengembalikan barang-barang yang dititipkan kepadanya, dan bermukim. Sesampainya di Madinah, Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA disambut dengan riang gembira. Selanjutnya, Rasulullah SAW menyatakan bahwa Madinah sebagai negara Islam dan meletakkan asas-asas masyarakat Islam, yang sebelumnya belum mampu dilakukan di Makkah karena jumlah muslimin yang sedikit. Asas ini terdiri atas pembangunan masjid, mempersaudarakan kaum muslimin, dan membuat perjanjian dengan kaum non-muslim danYahudi, serta asas-asas politik, ekonomi, dan sosial.

Ingin membaca lebih lanjut tentang makna hijrah dan mengapa kita sebagai muslim berkewajiban untuk berhijrah atau moving on? Hmm, penasaran bukan? Baca selengkapnya di: