Doa : Jawaban atas Keluhan

Ketika Pangeran Diponegoro dengan gagahnya menebas pasukan Belanda bersama para rakyat jelata di tanah Jawa, ketika Jenderal Soedirman dengan tangkasnya bertaktik perang meski tubuhnya terpapah renta di atas gotongan para mujahid yang setia, dan ketika Bung Tomo dengan hatinya yang bergetar meneriakkan “Allahu Akbar” pada orasinya di hadapan rakyat yang menginginkan kemerdekaan. Apa yang menjadikan jiwa mereka begitu tangguh di hadapan musuh, namun begitu lembut di hadapan pengikutnya? Apa yang menjadikan mereka tetap mampu bertopang di atas kaki mereka sendiri meskipun tubuhnya terkulai renta berlumuran darah?

Doa

Doa yang mereka panjatkan di dalam hati yang menjadikan hati mereka sabar dalam takdir yang telah Allah SWT tentukan atas diri mereka.  Doa yang menjadikan mereka arif dalam kepasrahannya di jalan Allah SWT meski seluruh dunia menginginkannya menderita. Sebagaimana hadits Rasulullah saw:

“Do’a adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi (HR. Abu Ya’la)”.

Sesungguhnya hakikat doa menampakkan kelemahan dan ketergantungan seorang hamba terhadap Tuhannya. Sebagaimana pintu langit yang hanya dapat ditembus oleh doa seorang hamba yang penuh tawakkal akan tetap terbuka, meskipun seluruh pintu dunia tertutup atas dirinya. Hanyalah doa yang menjadi
sebab seorang hamba mampu bertahan atas kehendak Allah SWT meski raganya terlantar karena berputus asa dalam berusaha. Yang perlu diingat adalah bukan tentang terkabulnya doa tersebut, tetapi dengan doa-doa itulah kita menjadi hamba Allah yang merendah diri kepada Allah dan menunjukkan kuasa-Nya. Itulah mengapa seorang yang berdoa adalah seorang yang paling dimuliakan Allah.

“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah dibandingkan doa.” (HR. At Tirmidzi).

“Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Sikap kehatihatian tidak menahan dari takdir, dan doa bermanfaat dari apa yang terjadi (turun) ataupun yang belum terjadi (turun) dan sesungguhnya bala benar-benar akan turun lalu dihadang oleh doa, mereka berdua saling dorong mendorong sampai hari kiamat.” (HR. Al Hakim dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 7739).

Terkait hal ini, Ibnul Qayyim rahimahullah menjelasakan “doa termasuk obat yang paling manjur, ia adalah musuhnya bala, melawannya, melarang turunnya bala, dan mengangkat dan meringankannya jika ia turun, dan ia adalah senjatanya orang beriman.”

Sesungguhnya tidak ada doa yang sia-sia dan tidak merugi orang yang berdoa.

Herbert Benson seorang ilmuwan Harvard melakukan penelitian mengenai aktivitas otak ketika berdoa. Pengambilan data dilakukan melalui penggambaran MRI yang dilakukan pada orang yang sedang berdoa. Ketika seorang sedang berdoa, terjadi perubahan aktivitas pada regio frontal dan parietal otak, regio yang menciptakan persepsi terhadap ruang dan waktu. Selain itu, terjadi perubahan pada aktivitas sistem limbik otak, sebuah sirkuit otak yang mengatur emosi dan perasaan, menjadi rileks dan aktivitas fisiologis tubuh menjadi lebih teregulasi.

 

Lalu apa yang harus diragukan terkait doa? Bukankah Allah telah menunjukkan kuasanya terhadap manusia yang melihat dan mau mempelajari?

 

Wahai para muslim, janganlah engkau tunduk atas dunia dan kau terlantarkan keyakinanmu hanya karena hidup seakan tidak berpihak padamu.

Wahai para muslim, sesungguhnya pandanglah saudaramu yang sedang berjuang di tanah Arab, tanah Eropa, dan di seluruh permukaan bumi Allah lainnya, doa atas diri dan perjuangan mereka lah yang menjadikan Allah ridha dan memberikan mereka kekuatan dan kemampuan untuk berjuang.

Wahai para muslim hendaknya kalian bersabar, berharap, dan berdoalah. Sesungguhnya rahmat dan ridha Allah SWT tidak akan terputus bagi orangorang yang memiliki keyakinan

 

Penasaran testimoni kekuatan doa dalam hidup menurut beberapa dokter dan dokter gigi? Penasaran apa yang harus dilakukan ketika doa belum terkabul? Baca selengkapnya di:

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *